Get Your Key!

Oleh : Tazkiya Mardiya

Kunci Impian
Impian ibarat sebuah pintu yang tertutup rapat dengan sebuah benda yang kau harapkan berada di baliknya. Tak ada satu pun cara yang dapat membukanya, kecuali kau harus menemukan sebuah kunci yang benar-benar cocok dengan pintu tersebut. Setiap orang dapat memasuki pintu yang berbeda-beda, karena impian yang mereka inginkan pun berbeda.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), impian merupakan “(barang) yg diimpikan; barang yg sangat di-inginkan.” Oleh karena itu, setiap orang tentu berharap impian mereka dapat tercapai, dan akan mengerahkan segala kemampuan serta apa yang mereka miliki untuk mendapatkannya bagaimanapun caranya.
Dalam perjalanan menggapai mimpi, terkadang kita melalui fase kritis yang sarat akan keputus asaan karena impian yang kita inginkan terhalang oleh sesuatu yang membuat nyali kita menciut.
Seperti ungkapan ketidakpercayaan seseorang akan mimpi kita, yang berakhir menjadi bahan tertawaan karena memandang remeh kemampuan yang kita miliki.
Di samping menjadi cambukan yang menyakitkan, tentu cambukan itu akan membuat kita seolah tertantang dan ingin mengakhiri permainan, dengan kita yang berakhir menjadi pemenang. Kita tinggal memilih, apakah yang akan menjadi pilihan kita.
Apakah menjadi pengecut hanya karena luka yang tak seberapa itu, ataukah menjadi kuda hitam yang dapat memutar balikan mindset mereka dengan memberikan pukulan telak atas keberhasilan yang telah kita raih dalam menggapai mimpi?
Mau menikmati karya anggota OKI lainnya bisa berkunjung di sini 
Namun, untuk melakukan hal tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan tekad yang benar-benar kuat dan sudah mendarah daging agar kita tetap ingat akan impian kita, dengan bersungguh-sungguh dan meyakini bahwa impian kita akan tercapai suatu saat nanti. Itulah hal yang paling mendasar dan menjadi kekuatan utama dalam proses menggapai impian yang berawal dari diri kita sendiri.
Terkadang manusia dapat terlena dengan berbagai angan lain yang dapat menggoyahkan diri kita. Sehingga focus kita terpecah dan tak bisa mengambil keputusan secara benar. Seperti halnya dalam memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, karena banyaknya lembaga pendidikan yang berstatus favorite dan di sanalah tempat orang-orang berhasil dilahirkan, kita menjadi bingung untuk mengambil keputusan akhir dalam menggapai mimpi kita.
Impian yang telah kita rekam dalam ingatan dan hati kita dahulu, akan tergantikan dengan mudah jika kita tidak bersungguh-sungguh dalam meyakini sebuah impian dan membuat kita harus me-reset rencana menggapai mimpi yang telah kita miliki.
Sebuah ungkapan Bahasa Arab menyebutkan, “Man jadda wa jada.” Ungkapan tersebut memiliki arti, barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Ungkapan tersebut mengandung makna yang sudah jelas, apabila kesungguhan telah kita tanam dengan kuat di diri kita, maka impian yang kita miliki pun dapat kita raih.
Bukan sekedar ucapan belaka yang tak berbukti, tentu untuk mewujudkan impian tersebut diperlukan kerja keras dan do’a, karena sebuah meja takkan berpindah jika kita tak mendorongnya, impian kita pun takkan tergapai jika kita tak berusaha untuk meraihnya. Impian takkan menghampiri kita, jika kita tak menjemputnya.
Dibutuhkan keberanian setelah kita memiliki tekad yang sarat akan kesungguhan dalam mencapai mimpi yang telah kita pilih. Setelah itu keputusan final Yang Maha Kuasa yang menentukan. Karena manusia hanya dapat merencanakan dan Tuhan yang memutuskan.
Kunci yang telah menanti kita berada dalam kolam yang sangat dalam dan kita harus menyelam demi mendapatkannya. Atau mungkin rela terjun ke dalam kubangan lumpur demi mendapatkan kunci yang cocok untuk membuka pintu yang tertutup rapat itu, tempat di mana impian kita berada. Dalam sebuah perjuangan, pasti ada pengorbanan.
Namun, pengorbanan yang telah kita lakukan akan terbayarkan setelah kita berhasil mencapai puncak dari impian kita. So, be brave! Be your self with your style and get your key! Make your dream is cometrue!
-SELESAI-

Mau menikmati karya anggota OKI lainnya bisa berkunjung di sini